Bukan Warung Instan, Tapi Lahir dari Perjalanan Panjang Sejak 1994

Warung Bakakak Sampurasun Nusasari tidak lahir dalam semalam. Ia adalah buah dari perjalanan panjang yang dibangun dengan kesabaran dan ketekunan sejak tahun 1994. Berawal dari sebuah warung nasi sederhana bernama Parantina Nusasari di Cisalak, Cimanggu, Subang, yang dirintis oleh Bapak Encup Supriadi. Ketertarikan beliau pada dunia kuliner bukanlah kebetulan ia lahir dari warisan keluarga resep turun-temurun bakakak ayam kampung asli khas Subang, Jawa Barat, yang dijaga keasliannya dari generasi ke generasi.

Modal Tanah 10×4 Meter, Tanpa Karyawan, Semua Tangan Keluarga

Pada masa awal berdirinya, warung ini jauh dari gambaran usaha kuliner seperti sekarang. Hanya bermodalkan sepetak tanah berukuran kurang lebih 10 x 4 meter, dengan bangunan sederhana dan peralatan seadanya. Belum ada karyawan, belum ada sistem kerja. Seluruh proses mulai dari menyiapkan bahan, membakar ayam, hingga menyajikannya kepada pelanggan dikerjakan langsung oleh Pak Encup bersama istri, dibantu anak-anaknya. Ini adalah usaha keluarga yang tumbuh dari kerja tangan, kesabaran, dan niat yang tulus.

Lokasi Terpencil Justru Jadi Daya Tarik Pemandangan Sawah & Perbukitan

Meski berada di lokasi yang terbilang terpencil, justru di sanalah letak keistimewaannya. Para pelanggan yang datang disuguhi pemandangan alam berupa hamparan sawah dan kontur perbukitan yang menenangkan. Perjalanan menuju warung ini menjadi bagian dari pengalaman melepas penat, menenangkan pikiran, lalu menikmati bakakak ayam kampung yang dimasak dengan penuh kesungguhan. Suasana ini tidak bisa ditemukan di warung ayam bakar biasa di tengah kota.

Dari Mulut ke Mulut Pelanggan Datang dari Bandung hingga Jakarta

Perlahan namun pasti, kabar tentang cita rasa bakakak Parantina Nusasari menyebar dari mulut ke mulut. Pelanggan tidak hanya datang dari Subang, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Bandung, Sumedang, Indramayu, hingga Jakarta. Reputasi warung ini terus meluas, hingga akhirnya menarik perhatian berbagai kalangan. Para Artis, Content creator, YouTuber, hingga Pejabat tinggi tercatat datang dari berbagai penjuru, menempuh perjalanan jauh hanya untuk merasakan secara langsung kelezatan bakakak ayam kampung khas racikan Bapak Encup.

Ekspansi Besar pada 2023 Lahirlah Sampurasun Nusasari

Seiring berjalannya waktu dan semakin tingginya permintaan dari pelanggan luar kota, muncul kebutuhan untuk membawa warisan rasa ini lebih dekat kepada masyarakat luas. Hingga akhirnya, pada tahun 2023, dimulailah pengembangan cabang dengan nama Sampurasun Nusasari sebuah langkah ekspansi yang tetap berpegang pada nilai, rasa, dan filosofi yang telah dibangun sejak 1996. Ekspansi ini dipimpin oleh Hendra Cihо bersama Ridwan Amin (almarhum), dengan komitmen menjaga keaslian bakakak ayam kampung khas Jawa Barat sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman.

5 Cabang dalam Waktu Singkat Sumedang, Soreang, Bogor, Pasteur, Lembang

Dalam waktu yang relatif singkat, Sampurasun Nusasari berkembang pesat. Hingga tulisan ini dibuat, telah berdiri lima cabang, yaitu di Sumedang, Soreang, Bogor, Pasteur, dan Lembang (ditambah cabang utama di Subang, total menjadi 6 cabang beroperasi penuh). Setiap cabang yang berdiri selalu dipenuhi kunjungan pelanggan setia. Hal ini menjadi bukti bahwa bakakak ayam kampung bukan sekadar menu melainkan sebuah cerita, pengalaman, dan warisan kuliner yang terus hidup dan berkembang.

Rahasia Kualitas Ayam Kampung Asli dari Peternakan Sendiri CichoFarm

Apa yang membuat rasa bakakak Sampurasun begitu istimewa dan sulit ditiru? Jawabannya dimulai jauh sebelum ayam diolah. Warung ini hanya menggunakan Ayam Kmpung asli yang berasal dari peternakan milik sendiri, bukan dari pihak ketiga. Peternakan ini dikelola di bawah unit CichoFarm, yang berfokus pada pemeliharaan ayam kampung dengan standar tinggi dan pengawasan menyeluruh. Berlokasi di Sumedang dan Subang, CichoFarm menerapkan sistem cage-free (tanpa kandang sempit), pakan organik pilihan, dan tanpa hormon pertumbuhan. Semua dikelola oleh tenaga ahli peternakan profesional.

Proses Bakar 45 Menit, Tanpa Rebus & Tanpa Kukus Ini Bukan Ayam Instan

Di era serba cepat, Warung Bakakak Sampurasun Nusasari justru memilih jalan sebaliknya. Mohon maaf jika harus menunggu lebih lama karena ayam bakakak mereka sama sekali tidak melewati proses rebus maupun kukus. Sejak awal dari mentah, ayam ini dibakar menggunakan api kecil secara perlahan, menggunakan arang pilihan. Proses pembakaran ini memakan waktu sekitar 45 menit. Mengapa lama? Karena ayam kampung asli memiliki tekstur daging lebih padat, serat jelas, dan tidak mudah hancur. Cocok dibakar lama dengan api kecil agar panas masuk perlahan ke dalam tanpa membuat bagian luar kering. Di tahap akhir, ayam dibakar kembali untuk memastikan bagian luarnya matang sempurna, sementara bagian dalam matang merata sampai ke tulang. Yang disajikan ke meja bukan ayam bakar instan pada biasanya, tapi ayam bakakak dengan tekstur dan rasa yang dijaga dari awal sampai akhir.

Diskon Spesial untuk Pembuat Konten Setiap Cerita Dihargai

Warung Bakakak Sampurasun Nusasari tidak hanya menghargai pelanggan yang datang, tetapi juga menghargai setiap cerita yang dibagikan dengan jujur. Jika pengunjung menikmati hidangan di Sampurasun Nusasari, mereka bisa mengabadikan momen dan mendapatkan diskon spesial dengan syarat: membuat video Reels minimal 40 detik ATAU posting foto + review positif, di-upload secara permanen (bukan Story), serta tag akun @sampurasunnusasari. Ini adalah strategi organik yang telah terbukti mendatangkan banyak tokoh dan influencer ke warung ini.

Dari Warung Kecil di Cimanggu ke Jaringan Cabang di Berbagai Kota

Dari sebuah warung nasi sederhana berukuran 10×4 meter di pinggiran Subang, hingga jaringan cabang di berbagai kota perjalanan Warung Bakakak Sampurasun Nusasari adalah kisah tentang konsistensi, kerja keluarga, dan keyakinan bahwa rasa yang dijaga dengan sepenuh hati akan selalu menemukan jalannya sendiri menuju hati para penikmatnya. Hingga hari ini, setiap cabang yang berdiri selalu dipenuhi kunjungan pelanggan setia. Rencananya, setiap tahun akan ada penambahan cabang baru. Warung ini bukan sekadar tempat makan. Ia adalah warisan kuliner Sunda yang terus hidup dan berkembang, dari Subang untuk Indonesia dan dunia.

“Menurut kamu gimana sejarah panjang warung kita ini? Ada yang pernah mampir ke cabang Subang dulu? Tulis di kolom komentar ya! Yang komen paling seru bakal kita kasih mention di Instagram @sampurasunnusasari!”

2 Comments

Leave a Reply to babamCancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *