Pejabat Pemerintah Beri Apresiasi Langsung untuk Warung LegendarisPejabat Pemerintah Beri Apresiasi Langsung untuk Warung Bakakak Sampurasun Nusasari
Ada yang berbeda di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhir tahun 2025 lalu. Sebuah warung makan sederhana dengan konsep lesehan khas Sunda resmi berdiri di jalur utama wisata yang ramaLalu, apa komentarnya?i ini.
Tapi yang membuat peresmian ini istimewa bukan hanya lokasinya yang strategis. Tapi karena Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, hadir langsung untuk meresmikannya.
Bukan sekadar memotong pita dan memberikan sambutan. Orang nomor dua di Jawa Barat itu juga duduk, menyantap, dan menikmati langsung menu andalan warung tersebut: Ayam Bakakak Kampung.
Lalu, apa komentarnya?
🍗 “Rasanya Enak dan Konsisten”
Di sela-sela peresmian Warung Bakakak Sampurasun Nusasari cabang Lembang pada Jumat, 19 Desember 2025, Erwan Setiawan meluangkan waktu untuk mencicipi langsung menu yang disajikan.
Dia tidak hanya makan. Dia mengamati, merasakan, dan membandingkan.
“Rasanya enak dan konsisten. Semua menunya sama, dan tetap enak,” ujar Erwan usai menyantap ayam bakakak yang masih mengepul panas.
Pernyataan ini penting. Bukan sekadar pujian biasa. Erwan secara spesifik menyoroti kata “konsisten” .
Mengapa konsistensi rasa menjadi hal yang begitu krusial? Karena bagi sebuah warung makan yang sudah memiliki 6 cabang di berbagai kota—Sumedang, Subang, Bogor, Soreang, Pasteur Bandung, dan kini Lembang tantangan terbesarnya bukanlah membuat makanan enak.
Tantangan terbesarnya adalah memastikan rasa yang sama enaknya di semua cabang.
Bayangkan Anda sudah jatuh cinta dengan ayam bakakak di cabang Sumedang. Lalu suatu hari Anda berkunjung ke cabang Bogor. Aroma yang sama, bumbu yang sama, tekstur yang sama. Tidak ada kekecewaan. Itulah yang disebut konsisten.
Dan Erwan membuktikannya sendiri. “Rasanya enak dan konsisten,” tegasnya.
📍 Mengapa Lembang Dipilih?
Pemilihan Lembang sebagai lokasi cabang kelima bukanlah tanpa pertimbangan matang. Kawasan ini dikenal sebagai magnet wisata unggulan di Jawa Barat.
Setiap akhir pekan, ribuan wisatawan dari Bandung, Jakarta, dan sekitarnya memadati Lembang. Mereka datang untuk menikmati udara sejuk, pemandangan perbukitan, dan tentu saja kuliner.
Erwan menilai, pembukaan cabang Lembang memiliki momentum yang tepat karena bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta menjelang bulan Ramadhan.
“Lokasinya sangat strategis, apalagi menjelang libur panjang. Ini bisa menjadi pilihan wisata kuliner baru bagi wisatawan maupun warga lokal,” ujarnya.
Dengan hadirnya Warung Bakakak Sampurasun di Lembang, wisatawan kini punya satu opsi lagi untuk mengisi perut setelah lelah berkeliling Farm House, Floating Market, atau Tangkuban Perahu.
Tak hanya itu, Erwan juga optimistis kehadiran warung ini dapat ikut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Setiap cabang yang dibuka, Sampurasun menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Puluhan orang kini menggantungkan hidup dari warung ini.
💰 Harga Ramah Kantong di Tengah Inflasi
Salah satu poin yang paling disorot Erwan adalah soal harga.
Di tengah kenaikan harga bahan baku pangan yang melanda seluruh Indonesia, ayam kampung—yang menjadi bahan baku utama Sampurasun—jug ikut terkena dampak. Harganya melambung signifikan dibandingkan ayam negeri biasa.
Tapi Sampurasun tetap mempertahankan harga yang terjangkau.
“Ayam kampung sekarang memang lebih mahal daripada ayam negeri, tapi di sini dengan bumbu yang enak, harganya masih wajar dan ramah di kantong,” tandas Erwan.
Pernyataan ini bukan tanpa bukti. Sandi Tawakal Anugrah Saputra, pengelola cabang Lembang, menyebut bahwa satu paket lengkap untuk empat orang di Sampurasun hanya di kisaran Rp200.000 hingga Rp250.000.
Dengan budget segitu, satu keluarga sudah bisa menikmati:
- Ayam Bakakak Kampung utuh (bukan ayam negeri!)
- Nasi Liwet Dadakan yang masih mengepul
- Karedok atau lalapan segar
- Tumis kangkung
- Minuman segar
Coba bandingkan dengan tempat makan lain di kawasan wisata Lembang yang terkenal dengan harga “wisatawan”—alias selangit. Sampurasun hadir sebagai opsi yang jauh lebih bersahabat dengan dompet.
“Ini kompetitif dibandingkan rumah makan lain di kawasan wisata Lembang,” tegas Sandi.
🔥 Apa yang Membuat Ayam Bakakak Sampurasun Begitu Spesial?
Erwan mungkin datang sebagai pejabat yang meresmikan. Tapi yang membuatnya bertahan duduk dan menikmati makanan hingga habis adalah rasa.
Lantas, apa yang membuat ayam bakakak Sampurasun berbeda dari ayam bakar lainnya?
Sandi Tawakal Anugrah Saputra, sang pengelola cabang Lembang, membocorkan rahasianya.
1. Peternakan Ayam Kampung Sendiri
“Keunggulan utama rumah makan ini terletak pada ayam bakakak yang berasal dari peternakan sendiri dengan sistem ayam kampung organik,” jelas Sandi.
Ini adalah perbedaan fundamental. Sampurasun tidak membeli ayam kampung dari pasar atau distributor yang harganya fluktuatif. Mereka memelihara sendiri. Hasilnya, kualitas ayam terjaga, dan harga bisa ditekan.
2. Rasa Gurih, Bukan Manis
“Cita rasa bakakak kami berbeda. Kalau di tempat lain cenderung manis karena kecap, di sini kami lebih mengedepankan rasa gurih,” ujar Sandi.
Ini adalah positioning yang cerdas. Di saat sebagian besar restoran ayam bakar mengandalkan kecap manis sebagai andalan, Sampurasun memilih jalan berbeda. Mereka fokus pada rasa gurih yang meresap hingga ke tulang.
3. Arang Kayu Buah-buahan
Proses pembakaran juga tidak sembarangan. Sampurasun menggunakan arang dari pohon buah-buahan yang keras, seperti kayu mangga, rambutan, atau durian.
Hasilnya? Aroma smoky yang khas dan tidak bisa ditiru oleh ayam bakar yang dimasak dengan gas. Ini adalah unique selling proposition (USP) yang sulit ditiru kompetitor.
4. Warisan Resep Sejak 1994
Resep ayam bakakak yang digunakan bukanlah resep instan yang baru dibuat kemarin.
“Resep tersebut merupakan warisan keluarga sejak 1994 yang berasal dari Parantina Nusasari, Subang,” ungkap Sandi.
Artinya, sudah lebih dari tiga dekade rasa ini dijaga dan diwariskan. Bukan sekadar bisnis, ini adalah warisan kuliner keluarga yang dipertahankan.
“Meski nama cabangnya Sampurasun Nusasari Lembang, esensi rasa dan nilai dari induknya tetap kami jaga,” tegasnya.
🏡 Suasana yang Membawa Kenangan
Selain rasa, Erwan juga menyoroti konsep tradisional yang diusung warung ini.
Bangunan rumah makan didominasi material bambu, mulai dari atap anyaman hingga dinding bernuansa rumah Sunda tempo dulu.
“Ini bukan sekadar tempat makan. Ini adalah pengalaman nostalgia,” ujar salah satu pengunjung yang kebetulan hadir saat peresmian.
Duduk lesehan di atas anyaman bambu, ditemani alunan musik Sunda yang lembut, sambil menyantap ayam bakar yang masih mengepul—pengalaman seperti ini sulit ditemukan di restoran-restoran modern yang serba dingin dan formal.
“Kami ingin warung ini menjadi tujuan utama wisata kuliner di Lembang, baik bagi wisatawan maupun warga sekitar,” kata Sandi.
🦺 Jaminan Keamanan dari Aparat
Acara peresmian yang dihadiri oleh pejabat tinggi seperti Wagub Jabar dan Mayjen TNI Kosasih ini berlangsung aman dan lancar. Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda, turut hadir untuk melakukan pengamanan.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan nyaman,” ujar AKP Dana Suhenda.
Kehadiran aparat ini memberikan rasa aman tidak hanya bagi para tamu undangan, tetapi juga bagi warga sekitar yang hadir menyaksikan.
“Dengan adanya pengamanan ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para tamu undangan dan warga sekitar,” imbuhnya.
Kapolsek Lembang juga berharap bahwa Warung Bakakak Sampurasun Nusasari dapat menjadi salah satu destinasi kuliner yang populer di Lembang.
✨ Apa Pesan untuk Wisatawan?
Di akhir kunjungannya, Erwan memberikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan yang ingin berlibur ke Lembang.
“Silakan menikmati liburan bersama keluarga, tetapi tetap utamakan keselamatan di jalan,” pesannya.
Pesan ini penting mengingat kawasan Lembang terkenal rawan kepadatan lalu lintas, terutama saat akhir pekan dan libur panjang.
Tapi satu hal yang pasti: jika Anda lapar dan berada di Lembang, Warung Bakakak Sampurasun bisa menjadi persinggahan yang tepat.
Tidak percaya? Datang saja langsung ke cabang Lembang. Atau mampir ke salah satu dari 6 cabang mereka yang tersebar di Sumedang, Subang, Bogor, Soreang, dan Pasteur Bandung.
Rasakan sendiri kenapa Wakil Gubernur Jawa Barat sampai memuji konsistensi rasa dan keramahan harganya.
